Bekasi, APBD 2010 Defisit Rp184 M

Bekasi, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi tahun 2010 kembali defisit Rp184 M, setelah di tahun sebelumnya juga mengalami defisit sekitar Rp170 M.

Belakangan diketahui defisit tersebut diakibatkan lambatnya DPPKAD mengejar Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pemberlakuan UU No 28 tahun 2010 tentang pajak dan retribusi daerah yang merupakan pengganti UU No 34 tahun 2007.

Di samping itu juga dikatakan, koordinator Masyarakat Transparansi (MATA) Kota Bekasi Adi Bunardi. Hal itu disebabkan, kata dia, retribusi dan pajak daerah yang dikelola DPPKAD tidak berjalan secara optimal. “Kebocoran penerimaan PAD terlalu parah, akibat dari pada itu pembangunan proyek-proyek yang sudah ditetapkan tidak dapat dilaksanakan secara penuh. Dikarenakan tidak adanya pembiayaan,“ ujar Dosen STIE Mulia Pratama ini.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), dalam melakukan perencenaan tidak terencana dan terukur sehingga dalam penganggarannya dapat defisit. “Untuk perbaikan ke depan agar tidak terulang kasus ini perlu dilakukan The right man and in the right place dalam mengisi jabatan pos-pos penting seperti BAPPEDA dan DPPKAD,“ kata Presidium Fraksi 98 ini.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Bekasi Enie Widiastuti kepada wartawan mengatakan. Komisi C mempertanyakan kepada pemerintah kenapa bisa defisit sebesar Rp184 M.

Untuk itu, kata anggota dewan yang akrab disapa Bunda ini menambahkan, pihaknya akan memanggil DPPKAD dan BAPPEDA. “Untuk dimintai keterangan secara spesifik mengapa bisa terjadi defisit untuk APBD tahun ini.

Lanjut sambung Enie, selain itu kami juga akan panggil Dinas Bina Marga dan Tata Air, serta PDAM Tirta Patriot yang hingga saat ini. Belum juga setor target PAD kepada DPPKAD, “ ujar Bendahara Umum Fraksi PDIP ini.

Dikatakan Ibu berkaca mata ini, bagaimana tidak mau defisit, jika per bulan Juli saja tidak terealisasi. “Yang seharusnya sudah mencapai 57 persen atau setara dengan Rp271.677.044.636, akan tetapi baru terealisasi sekitar 40,46 persen dari target yang ditetapkan pada tahun 2010 sebesar Rp1.657.225.969.673. Dengan begitu berarti sisa target DPPKAD masih sekitar Rp986.791.085.911,“ kata anggota Fraksi PDIP ini.

Terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bekasi Sodikin kepada Radar Bekasi mengatakan, hasil rapat internal kemarin, Komisi C akan memanggil BAPPEDA dan DPPKAD dalam waktu dekat ini. “Kami akan minta penjelasan dari Dinas Pendapatan dan Badan Perencenaan mengapa bisa defisit sebesar Rp184 M pada APBD 2010,“ papar pria yang akrab disapa Jack sembari mengatakan, dewan tahu defisit tapi belum tahu penjelasan dari eksekutif.

Sementara itu diketahui, adapun beberapa SKPD yang sampai dengan saat ini belum mencapai target adalah RSUD, DPPPJU, Dishub, Dinas P2B, dan Dispera.

Sumber : Radar Bekasi

Ditulis dalam Bekasi, Sosial. Tag: , . 5 Comments »

5 Tanggapan to “Bekasi, APBD 2010 Defisit Rp184 M”

  1. aliyulwafa Says:

    Waooooww….. kalo defisit cepet kali ya, tapi kalo membuat surplus anggaran kaya’nya susah.
    dipake apa aja tuh anggaran, bener2 terrealisasi nggak tuh semua penggunaan dananya..?

    Lam Kenal.

  2. milimeterst Says:

    Udah bukan rahasia Umum lagi pa.. hahaha .. tau sama tau aja deeh…

  3. ok Says:

    Di serang thn lalu pemkot serang defisit seperti itu sampai2 ngutang…thn ini entahlah, soalnya beritanya blm ada di koran hehehehe…

    • milimeterst Says:

      wah.. sama aja mba.. dimana² pasti ada… hahh ngga tau deeh yg salah sistim nya apa SDMnya .. hahah …

  4. Herry Ir. Says:

    Defisit sdh jd trend anggaran dmn2,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s