Si Cantik yang Bakal jadi pengemis

Bekasiku Sayang Bekasiku malang.

Berjalan menyusuri jalan kota Bekasi, sungguh ramai dan tertata apik. Dalam hatiku berkata sungguh cantik kota ku ini. Gedung-gedung yang megah, kantor walikota yang indah, jalan-jalan yang bersih, pemukiman kelas atas semua ada di Bekasi tercinta, wajar adanya karena Bekasi menjadi kota pendukung ibukota (Jakarta). Pantaslan aku katakan Bekasi ibarat wanita cantik yang sedang tumbuh dewasa.

Bekasi terus bersolek mempercantik diri  dan terus bersolek. Si Cantik? Ya, saya harus jujur mengatakan bahwa Kota Bekasi sebagai si cantik karena memang saat ini tengah berdandan rapi dengan lapisan ’lipstik’-nya. Dan saya harus bangga menjadi warga Bekasi, dandanan yang belum tuntas itu, sudah membuat Kota Bekasi jauh berbeda ketimbang sebelumnya yang kusam dan semrawut.     

Sayang, belum tuntas dandanan itu dilakukan, si cantik kini terancam jadi pengemis. Soalnya, modalnya untuk berdandan dan menata diri, sudah minus. Parahnya lagi, bukan minus satu dua perak, tetapi ratusan miliar rupiah.

Ternyata, hingga 30 Juni 2010, Kota Bekasi sudah mengalami defisit anggaran Rp164 miliar. Dan dalam kurun waktu tiga minggu kemudian, di bulan Juli, angka defisit itu kian membengkak menjadi Rp184 miliar. Siapa yang tak tercengang mendengarnya. Padahal, APBD 2010 sudah dianggarkan sebesar Rp1,7 triliun. Sebagai warga Kota Bekasi, saya tak habis pikir, apa yang membuat Si Cantik jadi begini.

Kemana uang yang sudah dianggarkan dalam APBD selama setahun itu? Kenapa pula bisa jadi defisit? Padahal, 12 kecamatan dan 56 kelurahan sesuai Perda No 4/2004 tentang Kota Bekasi, sudah dikerahkan ’mengutip’ semua jenis pajak. Tapi, lagi-lagi, ada apa dengan mu, wahai Si Cantik?

Siapa pun tahu, para pejabat eksekutif di Kota Bekasi dalam sebulan terakhir memang tengah gundah menyusul gebrakan pembersihan yang dilakukan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Mulai kasus revitalisasi Pasar Baru Bekasi hingga tertangkap tangannya dua pejabat Kota Bekasi yang melakukan penyuapan terhadap oknum BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Jawa Barat.

Dalam kasus ini, Sekda Kota Bekasi Tjandra Oetama Effendi sudah dijadikan tersangka dan ditahan di sel Bareskrim Mabes Polri. Konon, orang nomor satu Kota Bekasi, Mochtar Mohammad, pun santer disebut akan menyusul ’jejak’ Tjandra kelak. Entahlah kalau soal itu.

Pepen tak boleh lempar batu sembunyi tangan. Bagaimana pun, dia satu paket maju bersama Mochtar dalam Pilkada Kota Bekasi 2008 lalu. Defisitnya anggaran Kota Bekasi yang diperkirakan bakal menembus angka Rp200 miliar hingga akhir bulan ini, adalah tanggung jawab MuRah (Mochtar Mohammad-Rachmar Effendi).

Para petinggi Pemkot Bekasi saling lempar tangan, siapa yang bertangguang jawab dengan semua yang telah terjadi. Siapa yang akan jadi tumbal ? itulah pertanyan saya.

Bekasiku Sayang Bekasiku malang.

Insfirasi dari Radar Bekasi

Ditulis dalam Bekasi, Sosial. Tag: , . 4 Comments »

4 Tanggapan to “Si Cantik yang Bakal jadi pengemis”

  1. mylitleusagi Says:

    bekesong..oh bekesong…
    makin macet dan padet..
    jalan-jalanny juga banyak yang rusak..
    sumbernya gas meledak 3 kg..(^_^)
    ho..ho..ho..

    • milimeterst Says:

      tetep .. semanget … jadi warga bekasi

  2. Asop Says:

    Semua penduduk pasti menginginkan kotanya sempurna ya, nyaman untuk ditinggali, sarana dan prasarana lengkap dan gak rusak, pekerjaan ada, pendidikan bagus…😐

  3. milimeterst Says:

    maaf mas… saya sebagai warga ngga menginginkan hal muluk-muluk. yang penting pemimpinnya bener. itu aja.. saya info ini dari seorang teman yg punya posisi di kota saya. dan bercerita banayk tentang dalamnya kota saya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s